Sabtu, 30 Mei 2015

Penataan Peraturan Perundang-Undangan (RB BPS :2014)




(RB BPS : 2014) Penataan Peraturan Perundang-Undangan
Tujuan
Meningkatkan efektivitas pengelolaan peraturan perundang-undangan yang di keluarkan/diterbitkan BPS.


Program
1. Kegiatan pemetaan Perka/Kepka BPs Tahun 2003-2010
2. Kegiatan penyusunan Perka BPS (regulasi)
3. Kegiatan penyusunan kerangka peraturan dan perundang-undangan.


 12

Penataan dan Penguatan Organisasi (RB BPS :2014)



(RB BPS : 2014) Penataan dan Penguatan Organisasi


(RB BPS : 2014) Tujuan
Meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi BPS secara proposional sesuai dengan kebutuhan, sehingga organisasi BPS menjadi tepat fungsi dan tepat ukuran (rightsizing)


(RB BPS :2014) Program 
1. Mendefinisi ulang Visi, Misi, dan penyusunan nilai-nilai inti (care values) BPS
2. Reorganisasi
     a. Perubahan Organisasi dan tata kerja Badan Pusat Statistik
    b. Melakukan review tentang Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik tentang Organisasi dan Tata kerja Instansi vertikal Badan Pusat Statistik



10











Reformasi Birokrasi BPS (RB BPS : 2014)



:

Terwujudnya BPS yang :
  1. Efektif dan efisien dalam penyelenggaraan pemerintahan
  2. Melayani publik dengan prima
  3. Bersih dan bebas KKN

Alt TextAlt Text












Sistem Informasi Rujukan Statistik (SiRusa)


(SiRusa BPS:2015) SiRusa sebagai suatu website yang menyediakan informasi metadata kegiatan statistik yang ada di Indonesia, dalam rangka menunjang terbentuknya Sistem Statistika Nasional (SSN). Dengan adanya SiRusa, diharapkan duplikasi kegiatan statistik dapat dihindari. SiRusa merupakan salah satu bagian dari website BPS. Untuk bisa mengakses website BPS bisa dengan mengklik di menu atas Website BPS atau dengan mengetikkan alamat URL www.bps.go.id.

Kegiatan Statistik

Metadata kegiatan statistik dalam SIRuSa dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu Statistik Dasar, Sektoral, dan Khusus.
  • Statistik Dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, berskala nasional maupun regional, makro, dan yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab BPS.
  • Statistik Sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan tugas pembangunan yag merupakan tugas pokok instansi pemerintah yang bersangkutan. Meskipun program pelaksanaannya menjadi tanggung jawab instansi pemerintah terkait, dalam praktek pelaksanaan dapat bekerja sama dengan BPS.
  • Statistik Khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan intern dari suatu instansi/perusahaan swasta dalam rangka penyelenggaraan riset atau penelitian. Meskipun pelaksanaannya menjadi tanggung jawab instansi/perusahaan terkait, dalm praktek pelaksanaan dapat bekerja sama dengan BPS.
SEKTOR
  • Pertanian
  • Industri
  • Niaga dan Jasa
  • Neraca Nasional dan Regional
  • Sosial dan Kesejahteraan Rakyat
  • Kependudukan dan Tenaga Kerja
  • Keuangan dan Harga
  • Lainnya
  • Belum dikategorikan
(Sirusa BPS :2015) Metadata statistik dasar terbanyak adalah dalam bidang pertanian yaitu sebanyak 455 metadata, diikuti bidang keuangan dan harga sebanyak 289 dan bidang niaga dan jasa sebanyak 247 metadata.

Kamis, 28 Mei 2015

Dion Wakler





Cinta itu indah lo begitu menurut bahasa pertumbuhan anak seusiaku contonya saja adikku
bagaimana tidak aku dikerjain dia bagaikan '...', bayangannya ,bentuk tubuhnya, kedewasaan dia bahkan sampai kesetiaan dia lo itu oghie rangga satya pratama, belum lagi waktu aku membuka blog ku ini  sudah ada orang yang menulis penghormatan kepada sang saka merah putih mungkin huruf alvabet yang pertama di keluarkannya adalah A, sebenarnya aku tau orang ini sengaja melupakan ingatanku agar aku memikirkan apa yang kutulis padahal aku tidak pernah menulis ini , tapi tenang ini bukan yang artinya aku harus ikutin iramanya memang aku hanya mencintai dion Walker, aku tidak tahu apakah dia disana selalu tidak senang atau merasa galau atau juga merasa gimana gitu tapi yang kutau dia seperti raja hutanku , akhirnya aku ingat raja hutan selalu tau keberadaan aku jika di hutan penghormatan raja hutan kepadaku dengan kicauan burung-burung hutan, suara bunyi hewan dan juga sejukan suara angin seketika dan secara dasyat. '...' , kamu harus tahu kalau aku itu kangen, rindu, cemas , bahkan pingin bertemu denganmu apakah itu kamu harus datang ke daerahku, atau kamu sudah ada di daerahku aku tidak peduli yang kutau cinta itu indah tapi tidak lupa menurut dosenku Dr. Bermani yaitu Keindahan itu adalah sesuatu yang dasyat kutipan dalam Buku Materi Agama Islam .
Kenapa aku itu hanya hidup untuk mencintai'...' 100% untuk Dia sisanya 100% aku akan bagikan pada hal yang ada di dunia ini mapun diluar dari dunia ini '...' mengerti ya.jadi totalnya sebenarnya 1 juta %. itu separuh dalam perhitunganku '...'.
ah sudah dulu aku harus tidur semogah aku dapat bermipi bertemu kamu Dion Walker

Reformasi Birokrasi


(RB BPS: 2014)Reformasi Birokrasi (RB) merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan terutama menyangkut sistem penyelenggaraan pemerintah terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (bussiness process) dan sumber daya manusia aparatur.

(RB BPS :2014) Tujuan Reformasi Birokrasi adalah Membangun profil dan perilaku aparatur BPS yang profesional, berintegritas tinggi, dan amanah dalam memberikan pelayananprima atas hasil data statistik yang berkualitas, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pengguna data.
8 Area Perubahan yaitu:
1. Penataan dan Penguatan organisasi
2. Penataan Peraturan Perundang- ujndangan
3. Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur
4. Penataan Tat Laksana
5. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
6. Penguatan Pengawasan
7. Manajemen Perubahan
8. Penguatan Akuntabilitas Kinerja

Rabu, 04 Juni 2014

Indeks Kebahagiaan



Indeks Kebahagiaan yang di lakukan dalam Survei merupakan suatu indikator yang digunakan untuk mengukur kebahagiaan yang berpengaruh terhadap Negara Indonesia dalam perkembangannya menuju Negara Maju di Dunia.
Survei dalam Indeks kebahagiaan ini di lakukan secara bervariasi atau tidak berkala untuk tahun 2014 tetap di lakukan Survei untuk mengukur Indeks Kebahagiaan. Dengan melakukan Survei Indeks Kebahagiaan ini maka Pemerintah, Masyarakat dapat melihat bagaimana perubahaannya. Menurut Kepala BPS RI Dr. Suryamin, MSI Perubahan Indeks Kebahagiaan yang terjadi di antara tahun 2013 terhadap 2014 tidak begitu fruktuasi.Adanya harapan Dari Kepala BPS RI Bagi Presiden, Gubenur dan juga para Aparatur Pemerintah lainnya Baik juga Pihak Swasta untuk Dapat Menggunakan Indeks Kebahagiaan ini dalam melakukan Program Kerja. Misalnya Pembangunan Jalan, Pemilihan Presiden nantinya dan berbagai pekerjaan.
Adanya suatu pengukuran bagaimana indeks kebahagiaan ini dapat di pakai adalah pada pengukuran Masyarakat Kota dan Desa di mana untuk masyarakat yang tinggal di kota tingkat kebahagian mereka yang terjadi sebesar 65.92% sedangkan untuk Masyarakat yang berada di perdesaan indeks kebahagiaan mereka sebesar 64.32 %di sini terlihat bagaimana masyarakat kota terlihat kebahagiaan yang terjadi lebih tinggi di bandingkan di daerah peredesaAN.Penyebabnya yaitu Fasilitas yang tersedia di perkotaan lebih banyak dan baik seperti Mol, Jalan, Pendidikan dan Industri menurut Kepala BPS RI Dr.Suryamin, MSi , selain itu dengan melihat infrastruktur dan suprastruktur akan meningkatkan pendapatan masyara tersebut yang menyebabkan akan meningkatknya Indeks Kebahagiaan suatu Masyarakat . Sedangkan untuk perdesaan tambahan dari moderator yaitu mungkin masyarakat kota akan merasa ingin berada di perdesaan karena untuk Udara yang berada di perdesaan lebih baik di bandingkan dengan perkotaan.
Indeks Kebahagiaan yang disebutkan juga menjadi suatu perhitungan adanya tinggi rendahnya terjadi pada pendidikan semakin tingginya pendidikan maka semakin bahagianya keluara tersebut.
Anggota rumah tangga mempengaruhi indeks kebahagiaan misalnya dengan bertambahnya 1 anggota rumah tangga akan memiliki kebahagiaan sebesar 63.66% kemudian bertambahnya menjadi 2 anggota rumah tangga akan berubah meningkat menjadi 65.9% begitu seterusnya . Dengan 4 Anggota rumah tangga di mana 2 anak itu akan memberikan indeks kebahagiaan yang tinggi.
dalam survei indeks kebahagiaan di lakukan dengan 10 variabel domain dimana kesehatan dalam berobat, pendidikan dengan pertanyaan dalam satu set tersebut bagaimana indeks kebahagiaan ini terjadi.sehingga dalam mengumpulkan dan melakukan analisis maupun pemilihan variabel di lakukan secara berhati-hati. Adanya pertanyaan dari masyarakat bahwa kebahagiaan itu untuk rakyat bukan untuk pemerintah dalam indeks kebahagiaan indonesia terlihat sebesar 65.11 yang menandakan indonesia cukup bahagia. dengan urutan ke 76 dari laos, philiphina
kebahagiaan dalam perkawinan terlihat terjadi pada mereka yang belum menikah sebesar 60.55% mereka yang sudah menikah sebesar 65.31 % . Untuk cerai hidup terlihat lebih rendah yaitu sebesar 60.55% sedangkan cerai mati meninngkat mencapai 65.49%.Jika kembali lagi bahwa pendidikan memberikan kebahagiaan dalam intelektual, spiritual, sehingga evaluasi dengan pengertiaan lebih mempertinggi kebahagiaan suatu masyarakat. Pembangunan manusia lebih di arahkan terhadap intelektual dan spiritual menurut kementrian sosial. sehingga untuk mengantispasi tidak bahagiaan dalam suatu masyarakat di masukanlah tenaga-tenaga psikologi.
untuk melihat pengaruh gender bagi laki-laki sebesar 64.48% lebih rendah dibandingkan perempuan sebesar 65.57%.
Menurut kementrian sosial Survei yang dilakukan BPS dalam metodologi dan keilmiahannya dapat dipertahankan.
adanya pertanyaan bagi akses rumah yang layak huni  menurut kementrian sosial melalui beda kampung , beda rumah, program kementrian perumahan yang ada di riau.
dengan nilai data yang dikumpulkan semakin tinggi maka akan semakin tinggi kebahagiaan.
Kepala Badan Pusat Statistik RI Dr.Suryamin, MSi memberikan himbauan untuk masyarakat agar lebih komperatif dalam mendukung program survei yang dilakukan oleh Badan pusat Statistik. karena andil dari survei tersebut kembali kepada masyarakat untuk kemajuan negara indonesia. Untuk Pengguna Data BPS dapat melalui
1. Website Badan Pusat Statistik RI ,www.bps.go.id
bagi masyarakat, dunia usaha, rumah tangga dapat menggunakan data Badan pusat Statistik.dengan Pemahaman Statistik Cepat dalam memberikan informasi. berkembang terus bagi masyarakat untuk pendukung informasi.